5 Karakteristik Cerita Rakyat dari Berbagai Daerah

5 Karakteristik Cerita Rakyat dari Berbagai Daerah

5 Karakteristik Cerita Rakyat dari Berbagai Daerah

Beragam jenis cerita tersaji dengan karakternya masing-masing. Salah satunya adalah cerita rakyat yang menjadi salah satu identitas di tanah air. Sesuai dengan namanya, cerita ini tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat. Ada Ande-Ande Lumut, Sangkuriang, Jaka Tarub, Malin Kundang, dan masih banyak lagi. Berikut adalah 5 karakteristik kisah rakyat yang penting untuk Anda ketahui.

1. Disampaikan Lisan

Kisah rakyat ini berbeda dengan cerita-cerita dongeng yang bisa kita temui di buku-buku. Jenis cerita ini disampaikan bukan dalam bentuk tulisan melainkan dibagikan secara lisan. Dongeng ini diceritakan dari mulut ke mulut dan tidak ada sumber pasti dalam bentuk tulisan.

Ini menunjukkan bahwa kisah rakyat memang telah ada sejak zaman dahulu. Sebelum ada teknologi dan fasilitas yang mempermudah pembuatan buku, cerita ini sudah berkembang di masyarakat. Walaupun hanya lewat lisan, namun kisah-kisah tersebut tetap memberikan kesan yang mendalam dan sangat seru untuk dinikmati hingga detik ini.

2. Tersebar Turun-temurun

Jenis cerita ini disebarkan secara turun-temurun. Artinya memang kisah-kisah rakyat ini sudah ada sejak zaman dahulu dan disebarkan dari orang tua ke anak cucunya. Di zaman dahulu sebelum ada gawai dan teknologi, orang tua lebih banyak menghibur anak-anak mereka dengan menceritakan dongeng dan kisah rakyat. Tidak terasa, cerita-cerita tersebut telah sampai di zaman ini.

3. Tidak Diketahui Pembuatnya

Saat membaca sebuah cerita dari buku, biasanya akan ada nama penulis yang membuat cerita tersebut. Namun lain halnya dengan cerita rakyat yang tidak diketahui sama sekali siapa pembuat cerita tersebut. Hal ini disebabkan oleh cerita ini disampaikan secara lisan dan memang disebarkan turun-temurun.

Tidak pernah ada yang tahu siapa sebenarnya yang membuat cerita ini dan siapa yang menyebarkannya pertama kali. Bahkan kisah-kisah ini sudah begitu banyak tersebar dan variannya juga beragam tapi pengarangnya tak pernah diketahui. Meskipun begitu, hal ini tidak mengurangi nilai dan daya tarik dari cerita-cerita tersebut. Justru kisah-kisah rakyat ini semakin dicintai dari generasi ke generasi.

4. Kaya akan Nilai Moral

Kisah rakyat begitu kaya akan nilai-nilai moral. Setiap cerita mengandung sebuah nilai moral yang sangat baik dan bisa menjadi pelajaran kehidupan. Misalnya, kisah Malin Kundang yang dikutuk menjadi batu karena durhaka pada ibunya. Ini menjadi sebuah pelajaran berharga bagi anak-anak untuk lebih menghargai orang tua dan berbakti kepada mereka.

Inilah yang menjadi alasan kisah rakyat selalu baik untuk dibagikan turun-temurun. Bahkan kisah-kisah ini sangat bagus untuk disampaikan sebagai pengantar tidur bagi anak-anak. Setiap kisah selalu menyimpan kesan dan nilai moral yang sangat bagus sebagai bekal kehidupan nanti.

5. Cenderung Klise

Sifat lain dari kisah rakyat ini adalah cenderung klise. Jika diperhatikan ritme dan jenis ceritanya hampir selalu sama. Misalnya cerita kedurhakaan anak kepada orang tua ada Malin Kundang dan Batu Menangis. Kemudian cerita putri yang diusir dari istana dan bertemu dengan pangeran, Lutung Kasarung serta Ande-Ande Lumut.

Meskipun cerita-ceritanya cenderung klise, namun kisah rakyat selalu memiliki kesan tersendiri. Kisah-kisah ini tidak pernah membosankan untuk didengar. Bahkan banyak juga varian ceritanya sehingga memang tak akan pernah terasa bosan. Tak heran jika cerita jenis ini selalu populer dari masa ke masa.

Itulah 5 karakteristik dari cerita rakyat. Kisah ini sebaiknya selalu kita jaga dan lestarikan. Ajak adik, anak-anak, serta anggota keluarga untuk mengenal kisah-kisah rakyat dari berbagai daerah di tanah air. Lewat kisah-kisah ini kita bisa memetik banyak pelajaran yang berharga.

No comments.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *